Opini Detail

Mahasiswa ABN Memaknai Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Mahasiswa ABN Memaknai Kemerdekaan Bangsa Indonesia

  • 22 Agustus 2017
  • 7
 

Oleh: Didik Machmudi

Mahasiswa ABN Utusan NasDem Jateng

17 agustus kemarin seluruh Rakyat Indonesia  merayakan hari kemerdekaan yang ke 72 Bangsa Indonesia  dari penjajahan. Belenggu penjajahan terjadi selama 350 tahun oleh kolonial belanda, dan 3,5 tahun oleh penjajahan jepang. 72 tahun sudah bangsa ini merdeka, 72 tahun sudah negeri ini mengatur pemerintahannya sendiri tanpa ada lagi yang mengatur dan menjajah bangsa ini. Namun apakah 72 tahun ini seluruh rakyat menikmati kemerdekaan? Mungkin sebagian sudah merasakan kemerdekaan, tapi banyak juga rakyat Indonesia  yang mengatakan belum merdeka.



Mengutip kata kata para pendiri bangsa, kemerdekaan bukanlah tujuan. Kemerdekaan adalah awal dari cita cita besar untuk menata sendiri, mengurus, menegakkan keadilan, mensejahterakan rakyatnya sendiri. Pada awal kemerdekaan Bangsa Indonesia, muncul perdebatan bagaimana seharusnya bangsa ini mengatur negeri ini. Bagaimana negara ini sejahtera, berdikari dan berdaulat di mata dunia.

Di usia 72 tahun ini, Indonesia bukanlah negara yang tidak muda lagi. Seharusnya kemerdekaan sudah dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia .



Namun apa yang terjadi, ketimpangan sosial, cacatnya penegakan hukum, moralitas yang mulai menurun, dan masih banyak lagi masalah yang ada di negeri ini. Indonesia  dengan Sumber Daya Alamnya yang melimpah ternyata belum mampu dikelola dengan baik untuk kesejahteraan rakyat. Ya inilah wajah Indonesia sekarang.

Dengan sistem demokrasi yang telah digunakan negeri ini untuk mengatur bagaimana untuk mewujudkan cita cita kemerdekaan, rasanya masih jauh dari harapan. Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat adalah pokok inti dari demokrasi masih belum berjalan secara ideal.



Secara prosedural demokrasi di Indonesia sudah di jalankan. Pada proses pemilihan umum yang sudah di jalankan, Indonesia  di mata dunia sudah berhasil memperlihatkan bahwa Indonesia adalah negara yang demokratis. Namun secara esensial demokrasi Indonesia masih jauh dari harapan. Bahkan saat ini rakyat Indonesia mulai mengalami penurunan kepercayaan kepada pemerintah. Rakyat tak lagi percaya kepada perangkat kepemerintahan. Rakyat tak lagi simpatik pada partai politik, padahal parpol adalah jembatan antara rakyat dan pemerintah. Hal ini tentunya didasari oleh lemahnya kinerja perangkat perangkat itu. Dewan Perwakilan Rakyat tak lagi jadi penyambung lidah rakyat. Kondisi ini sangat jauh dari cita cita kemerdekaan, yang telah digagas oleh para pendiri bangsa.



Saya sebagai mahasiswa Akademi Bela Negara Partai NasDem memaknai kemerdekaan dengan sikap yang optimis, sikap patriotisme, dan tentunya semangat untuk mewujudkan cita cita kemerdekaan. Demokrasi bangsa ini harus berjalan sesuai cita cita demokrasi, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Di tengah menurunnya kepercayaan publik kepada partai politik, Partai NasDem telah berusaha untuk meningkatkan kepercayaan itu. Melalui ABN Partai NasDem telah memberikan harapan baru untuk bangsa ini. Semangat, jiwa nasioalisme dan patriotisme mahasiswa ABN Partai NasDem yang telah ditanamkan saat ini telah membuka harapan perubahan untuk Indonesia .

17 Agustus yang baru beberapa hari lalu, Akademi Bela Negara Partai NasDem melakukan upacara di halaman Gedung ABN. Upacara itu dihadiri pengurus pusat Partai NasDem, tamu undangan, dan masyarakat sekitar. Gubernur akademi bela Negara Mayor Jenderal IGK Manila (purn.)hadir sebagai pembina upacara dalam acara tersebut. Beliau menyampaikan bahwa Mahasiswa ABN harus mampu mengisi kemerdekaan dengan semangat patriotisme. Kalian sebagai kader bangsa harus mampu membuat perubahan untuk negeri ini. Merdeka!!!!, belia mengakhiri amanatnya dalam upacara. Harapan saya sebagai mahasiswa ABN, semua ilmu yang saya dapatkan dari ABN, semua akan bermanfaat untuk saya terapkan di daerah. Untuk membawa perubahan. (*)

 

Didik Machmudi

Mahasiswa ABN Utusan NasDem Jawa Tengah

 
,