Opini Detail

Indonesia Menuju Revolusi Mental

Indonesia Menuju Revolusi Mental

  • 10 Agustus 2018
  • 208

Oleh: Yusadar Warusu

Bolehlah  dikatakan bahwa sumber daya manusia di Indonesia sesungguhnya sudah cukup kuat. Tapi, faktanya hal ini tidak juga pernah cukup untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik. 

Ada beberapa figur publik yang sesungguhnya punya kemampuan cukup baik, seperti S. Novanto. 

Dengan kemampuan yang dimiliki ia bisa menjadi Ketua DPR-RI sekaligus sebagai ketua umum salah satu partai politik. 

Tapi apa yang salah, sehingga Novanto harus masuk bui dan kehilangan ketokohannya di mata publik?

Sesungguhnya hal ini terjadi karena lemahnya manusia kita di bidang karakter. Karakter kita tidak cukup kuat. 

Dengan kondisi seperti ini pengetahuan dan kemampuan sumber daya yang dimiliki negeri ini tidak lagi memberikan arti positif untuk membangun bangsa ini, bahkan membuat para penguasa semakin sinis.

Menyadari bahwa penguatan karakter menjadi sesuatu yang penting, mendorong Partai NasDem melakukan pembaruan karakter anak bangsa ini dengan memastikan kader-kader NasDem memiliki keteguhan hati dan karakter yang kuat melalui pendidikan politik di Akademi Bela Negara NasDem.

Dalam hal percepatan pembanguan karakter tersebut, maka sangat perlu sebuah kekuatan dan kekuasaan dinahkodai oleh orang-orang yang juga memiliki karakter yang baik. 

Hal ini saya pikir akan terjawab dengan kehadiran kedua tokoh terbaik Indonesia yang secara karakter telah teruji, yaitu Jokowi dan Ma'ruf Amin. 

Harus juga diakui bahwa kemampuan sumber daya yang dimiliki oleh kedua sosok ini telah memberikan banyak makna positif dalam memajukan bangsa.

Pengabdian mereka telah dirasakan oleh masyarakat Indonesia, terutama di masa pemerintahan Jokowi selama ini. 

Kecerdasan, keuletan dan ketegasan yang dimiliki seorang Jokowi tidak lagi diragukan untuk memimpin Indonesia pada periode yang akan datang.

Ma'ruf Amin seorang tokoh yang religius siap bertarung mendampingi Jokowi pada pilpres 2019 mendatang. Ma'ruf Amin memiliki kemampuan untuk berkonsolidasi dan memiliki sikap yang menjunjung tinggi toleransi. 

Saya percaya kalau ilmu dan kemampuan yang dimiliki oleh seorang Ma'ruf Amin akan berkontribusi besar bagi upaya membangun penguatan karakter masyarakat Indonesia.

Saya percaya perpaduan kedua tokoh ini akan semakin mengantarkan cita-cita bangsa ini untuk mewujudkan revolusi mental segera terjadi di Indonesia. 

Salam Restorasi.

Yusadar Waruwu: Alumnus ABN NasDem Angkata I dari Sumatera Selatan

,