Opini Detail

Kebebasan Memilih di Era Jokowi

Kebebasan Memilih di Era Jokowi

  • 10 Desember 2018
  • 4598

Oleh : Karna Brata Lesmana*


PERTAMA saya ingin mengucapkan selamat kepada saudara-saudara saya para pengusaha Tionghoa yang telah menyatakan aspirasinya mendukung Bapak Prabowo sebagai Calon Presiden mereka. Gala Dinner bertema 'Tionghoa dan Bisnis di Mata Prabowo Subianto' di Sun City tanggal 7 Desember lalu, telah menjadi bukti demokrasi kita telah berjalan dengan indah.


Hal ini tentu dapat terjadi karena kepemimpinan yang terarah dari Kepala Negara yang baik. Saya telah melalui 6 kali kepemimpinan Presiden di negara ini, dan saya menyaksikan betul dari tempat yang sangat dekat dengan lingkaran kekuasaan. Baru pada era ini saya melihat gaya kepemimpinan yang begitu humanis dan memberikan kebebasan penuh pada warga negaranya menentukan hak pilihnya.


Tionghoa bukanlah milik satu golongan. Perbedaan pilihan menjadi bukti nyata bahwa kita teguh bersatu dalam kebhinekaan. 


Tulisan saudara Asyari Usman mengenai 'Eksodus Pengusaha Tionghoa ke Kubu Prabowo' menggelitik pemikiran saya. Sebagai seorang Tionghoa, saya ingin menyampaikan, tidak ada eksodus apapun di sini. Yang ada hanyalah pilihan yang berbeda, dan ini sudah menjadi satu hal yang wajar terjadi sejak Pilpres 2014 lalu.


Hal itu biasa saja dalam dunia demokrasi kita, bukanlah satu hal yang menghebohkan. Tentunya banyak juga mantan pendukung Bapak Prabowo yang kini berdiri loyal mendukung Presiden Jokowi.


Presiden Jokowi telah membuktikan, bahwa mereka yang memilih ataupun yang tidak memilih beliau, tetap menjadi warga negara yang diurus dan diayomi oleh pemerintahan yang beliau pimpin. 


Saya ingin bernostalgia sejenak. Di era Orde Baru pernah ada satu daerah yang memilih partai di luar partai pemerintah, lalu sebagai ganjarannya wilayah mereka tidak mendapat aliran listrik selama beberapa waktu, hidup dengan kegelapan. Betapa kejamnya pemerintah masa itu, menyengsarakan rakyatnya sendiri.


Kita beruntung, di masa ini kebebasan berpendapat sangat dijaga dan dijunjung tinggi. Presiden Jokowi selalu berusaha merangkul dan mendengarkan mereka yang berbeda, bahkan mereka yang keras mengkritik. 


Di masa Orde Baru, banyak wartawan, media, aktivis, bahkan orang biasa yang mengkritik Presiden, dalam waktu singkat menghilang dari muka bumi untuk selamanya.


Pengusaha yang tidak sejalan dengan pemerintah atau tidak dekat dengan lingkaran kekuasaan, siap-siap mendapat intimidasi, kesulitan-kesulitan, bahkan dimiskinkan hidupnya. 


Praktek monopoli, penguasaan sumber daya alam, dipraktekan di masa Orde Baru. Serta masih banyak ketidakadilan lainya yang terasa.


Apakah di masa Bapak Jokowi terjadi yang demikian? Tentu saja tidak! Di masa ini, bahkan entitas Cebong dan Kampret bebas berpendapat dan mempromosikan dukungannya. Kita harus syukuri hal ini. 


Karena itu izinkanlah saya juga menyuarakan aspirasi saya sebagai warga negara yang mendukung untuk dilanjutkanya kepemimpinan Presiden Jokowi!


Presiden ini menjadi teladan ketika ia tidak melibatkan anak-anaknya di panggung kekuasaan. Anak-anaknya justru dididik mandiri, menjadi seorang pengusaha kuliner bahkan seorang youtuber, jauh dari ruang politik. Mereka tidak diberikan hak istimewa sama sekali.


Presiden ini membuktikan pembangunan infrastruktur yang nyata, tol, bandara, jembatan, jalan, semua dikebutnya dalam 4 tahun pembuktian. Semua itu dijalankan secara profesional melalui mekanisme yang sesuai aturan perundangan yang berlaku.


Di masa ini pajak ditegakkan dengan baik dan teratur. Bila dibandingkan dengan era Orde Baru, pengusaha yang dekat dengan pemerintah tidak dikejar kewajiban pajak secara tegak. Banyak di antara pengusaha yang dapat bebas bersembunyi dari kewajiban pajaknya. Kesejahteraan tidak dirasakan oleh rakyat, pada akhirnya kenyamanan hidup hanya didapat oleh mereka yang dekat dengan kekuasaan, sehingga terjadi ketimpangan yang kontras.


Semua yang kita berikan pada pemerintah di hari ini dikembalikan dalam bentuk pemerataan yang nyata! Dari rakyat, untuk rakyat. Yang mampu, berkecukupan, membantu mereka yang kesulitan. Amanah pajak ini, tentu menjadi satu hal yang adil, sebagai wujud syukur, atas kesejahteraan yang diterima, yang tidak didapatkan oleh saudara-saudara kita yang lain. 


Inilah bentuk penerjemahan Pancasila yang sesungguhnya!


Dengan segala kekurangan dan kelebihan yang Presiden Jokowi miliki, saya Karna Brata Lesmana mendukung beliau sepenuhnya!!! Agar beliau dapat melanjutkan pembangunan di Indonesia. 


Marilah saudara sebangsa setanah air, gunakan hak pilih saudara dengan sebaik-baiknya. Pilihlah pemimpin terbaik yang telah membuktikan kinerja dan janjinya. Ini semua demi masa depan Indonesia dan kehidupan anak cucu kita yang lebih baik.


Sekali lagi, saya ucapkan selamat kepada Kawan-kawan pengusaha Tionghoa yang menyampaikan aspirasi dukungan kepada Bapak Prabowo dalam balutan ketenangan demokrasi, serta kebebasan berpendapat yang indah di era kepemimpinan Presiden Jokowi.


Jokowi Presidenku, NasDem Partaiku!!!

Saya Keturunan Tionghoa, Saya Indonesia.

Salam Restorasi.


Karna Brata Lesmana*

Caleg Partai NasDem No Urut 5

Dapil Jakarta 3, Jakbar, Jakut dan Kep.Seribu

,