Opini Detail

Merajut Asa dan Optimisme Menang Besar Menuju Tiga Besar

Merajut Asa dan Optimisme Menang Besar Menuju Tiga Besar

  • 02 Januari 2019
  • 1769


Oleh Nico Ainul Yakin *)

PADA  10 Oktober 2018 DPP Partai NasDem menginformasikan bahwa untuk sementara waktu Sri Sajekti Sudjunadi, Ketua DPP Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) ditunjuk sebagai ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur.


 Perempuan energik, totalitas dan visioner yang sehari-harinya akrab disapa dengan sebutan Bunda  Jeannette atau Kakak Jes itu ditugaskan untuk mengisi kekosongan jabatan ketua DPW Partai NasDem Jatim sesaat setelah Rendra Kresna mengundurkan diri.


Penunjukan Jeanette didasarkan pada aturan partai yang menyebutkan bahwa kekosongan jabatan ketua DPW harus diisi oleh pengurus setingkat di atasnya.  Selain itu, Jeanette bukanlah orang baru, karena sebelumnya sudah menjabat Koordinator Wilayah (Koorwil) dan Komando Pemenangan Wilayah (Kompemwil) Partai NasDem Jatim.


 Pendek kata, nama Jeanette sudah sangat populer dan familiar dengan kader NasDem se-Jatim. Bahkan ia sudah banyak mengenal tentang teritorial, karakteristik dan kultur masyarakat Jatim dengan segala dinamikanya.


Sejak ditetapkan sebagai ketua DPW, Jeannette langsung tancap gas, memimpin serangkaian agenda kepartaian dalam rangka pemenangan Partai NasDem Jatim di Pemilu 2019. Apa yang dilakukan Ketua DPW Partai NasDem Jatim tersebut -- seluruhnya didedikasikan untuk memenuhi obsesi Partai NasDem, yakni “menang besar menuju tiga besar” dan menang mutlak bagi pasangan Ir H Joko Widodo — KH Maruf Amin pada Pilpres 2019 


Apel Siaga Pemenangan


Agenda pertama yang dilakukan adalah konsolidasi internal Partai NasDem.


 Kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun soliditas internal partai dan membangun spirit kemenangan atas dua agenda demokrasi di Pemilu 2019 mendatang. 


Kegiatan konsolidasi  bertajuk “Apel Siaga Pemenangan Partai NasDem Jatim” diadakan pada 28 Oktober 2018 di JX International Surabaya dan dihadiri oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Calon Presiden Joko Widodo,  Gubernur Jatim Sukarwo serta sejumlah menteri pada Kabinet Kerja.  


Sekitar 10 ribu kader, terdiri dari pengurus DPW, DPD, DPC dan organisasi sayap Partai NasDem se-Jatim serta calon legislatif Partai NasDem dari Jatim di semua level kedewanan (DPRRI, DPRD Provinsi dan DPRD kab/kota) turut hadir memenuhi gedung JX International Surabaya.


Saya mencoba menangkap substansi dari apa yang dilakukan Ketua DPW terkait dengan kegiatan konsolidasi internal Partai NasDem di Jatim. Jika dilihat dari undangan yang hadir dalam kegiatan Apel Siaga Pemenangan di atas. 


Setidaknya ada dua hal penting yang menjadi kunci pemenangan partai politik, yaitu penguatan struktur partai sebagai mesin politik pemenangan serta postur dan kualitas calon legislatif yang akan berlaga dalam kontestasi demokrasi.


Pertama:  Partai NasDem harus melakukan proses percepatan di segala hal, terutama pada sisi penguatan struktur dan soliditas pengurus di semua tingkatan, termasuk sayap-sayap partainya. Struktur dan sayap partai yang kuat adalah “mesin politik” yang menjadi modal awal bagi seluruh rangkaian proses pemenangan partai. 


Mesin politik sering digunakan sebagai senjata bagi parpol untuk mendulang suara, mendongkrak popularitas, liketabilitas dan elektabilitas partai dan calon legislatif yang diusungnya.


Terbentuknya struktur dan sayap pendukungnya tidak cukup sebagai syarat untuk memenangkan kontestasi demokrasi. Diperlukan kualitas dan soliditas pengurusnya untuk menggerakkan mesin politik tersebut. 


Spektrum mesin politik harus dipahami secara kualitatif. Ia bukan “menara gading” yang berdiri kokoh di tengah-tengah masyarakat, tetapi harus bergerak dinamis menyebar dalam bentuk yang lebih variatif dan menembus simpul-simpul, atau kelompok-kelompok masyarakat tanpa batas, baik dalam organisasi formal maupun informal, yang berorientasi profit maupun sosial.


Mesin politik juga harus mampu membangun kesadaran bersama sebagai warga bangsa, meretas Ikatan-ikatan, paguyuban-paguyuban atas dasar solidaritas emosional, primordialitas, sektarianisme dan ragam kepentingan lainnya yang diintegrasikan bagi kepentingan bangsa dan negara.


Kedua: Pelibatan caleg dalam kegiatan Apel Pemenangan merupakan langkah strategis untuk mendulang sebesar-besarnya dukungan publik kepada caleg maupun partainya. Parpol dengan calegnya yang berkualitas dan berintegritas membuka ruang yang lebar untuk dipilih. Berkualitas dalam konteks ini tidak hanya diukur dari sisi popularitasnya, tapi harus diimbangi dengan integritas intelektual, moral dan sosial. 


Integritas intelektual setidaknya dapat dilihat dari kompetensi keilmuan dan wawasan yang dimiliki. Hal ini bisa dilihat bukan semata pada ijazah yang dimiliki, tetapi bagaimana ia menyampaikan gagasan saat bertatap muka dengan publik, menulis ide dan pemikirannya, mau mendengarkan keluhan warga dan mencarikan solusinya. Sementara integritas sosial caleg dapat diukur pada tingkat kepeduliannya terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Sedangkan  integritas moral menunjuk kepada konsistensi dalam hal pengamalan keagamaan dan budayanya. 


Integritas intelektual, moral dan sosial tidak hanya dalam tataran konseptual malainkan dimanifestasikan dalam sikap, tindakan dan perilaku nyata. Dengan begitu masyarakat dapat merasakan kehadirannya untuk beragam persoalan yang dihadapinya. 


Kualitas dan integritas caleg di atas harus diketahui dan dikenal oleh publik, agar mereka tidak salah pilih. Selain memperkenalkan dirinya, caleg harus mempromosikan partainya, sebab caleg dalam konteks ini merupakan corong partai. Promosi caleg dan partai merupakan satu kesatuan integral yang tak bisa dipisahkan. Dengan begitu maka kemenangan caleg berjalan seiring dengan kemenangan partainya.


Nico Ainul Yakin, Wakil Ketua Bidang OKK dan Sekretaris Bappilu Partai NasDem Jatim

,