Opini Detail

Pendidikan Wujudkan Generasi Berkualitas

Pendidikan Wujudkan Generasi Berkualitas

  • 17 Desember 2019
  • 315


Oleh: Indira Chunda Thita Syahrul

PENDIDIKAN merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban suatu bangsa. Kesadaran akan arti pentingnya pendidikan menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) dari masa ke masa. Oleh karena itu substansi pendidikan, materi pembelajaran, metodelogi pembelajaran, dan manajemen pendidikan yang akuntabel sudah seharusnya menjadi perhatian khusus penyelenggara negara.


Sebagaimana diamanahkan oleh Konstitusi, Pasal 31 UUD NRI Tahun 1945, ternyata jelas bahwa gagasan utama dari pasal tersebut adalah prioritas di bidang pendidikan, Negara menjamin setiap warga negara untuk menjadi subjek dalam proses pendidikan dan pemerintah wajib membiayainya.


Pada Peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2019, pidato Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, menuai banyak pujian. Selain dirasakan bahwa Mendikbud Nadiem akan membuat terobosan dalam dunia pendidikan, terutama imbauan kepada para guru untuk menjadi agen pertama perubahan dalam dunia pendidikan, mengubah budaya dan metodologi mengajar, menggali kemampuan berkarya dan berkolaborasi siswa bukannya kemampuan menghafal, serta memberikan 5 poin penting tugas berat guru ke depan, yakni mengajak kelas berdiskusi dan bukan hanya mendengar, memberi kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas, mencetuskan proyek bakti sosial, menemukan bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri dan memberikan bantuan kepada guru yang mengalami kesulitan.


Artinya, guru dituntut untuk memenuhi kualifikasi sumber daya manusia dengan paket lengkap. Selain ada minimal standar pendidikan untuk menjadi guru, kemampuan mengajar, juga kemampuan sebagai psikolog bagi murid dalam menemukan talenta tersembunyi yang ada pada diri murid untuk mencetak generasi masa depan yang berkualitas dan mampu bersaing.


Di sisi lain, tuntutan kesejahteraan guru masih belum terlaksana dengan baik, bahkan sering menjadi kendala utama dalam proses belajar mengajar. Untuk dapat menjadi tenaga pendidik yang berkualitas, guru juga memerlukan ketenangan salah satunya dalam hal kesejahteraan.


Oleh karena itu, direkomendasikan kepada pemerintah melalui Kemendikbud untuk juga tidak mengesampingkan perbaikan kesejahteraan para guru yang sebenarnya sudah cukup lama diperjuangkan. Pemerintah juga harus menyadari dan tidak boleh menutup mata bahwa keberadaan guru merupakan faktor vital yang menentukan masa depan bangsa. Sehingga ke depan bisa melahirkan kebijakan-kebijakan yang mengakomodasi kesejahteraan guru, sehingga sekolah-sekolah di Indonesia bisa memiliki guru yang berkualitas dengan jumlah kebutuhan guru yang memadai dan penyebaran yang merata. Guru yang berkualitas, akan mencetak lulusan yang berkualitas.


Tidak kalah pentingnya, rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk menghapus Ujian Nasional juga akan menjadi perubahan signifikan dalam dunia pendidikan di negara ini.


Hal ini tentunya menjadi bahan kajian yang tidak dapat dikesampingkan karena masih menuai pro dan kontra di tengah hangatnya diskusi masyarakat tentang perubahan kurikulum pada setiap pergantian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kurikulum yang berubah hampir setiap 5 (lima) tahun sekali cukup membuat murid, dan tidak terlepas guru, untuk selalu melakukan penyesuaian terhadap sistem berlajar mengajar yang dikehendaki pemerintah pada setiap periode.


Oleh karena itu, peran DPR RI sebagai pembentuk undang-undang menjadi sangat penting untuk menyusun legislasi dalam bidang pendidikan yang akan menjadi acuan dalam penyusunan kurikulum secara umum dalam jangka panjang.


Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional mengatur pendidikan mulai dari tingkat pendidikan dini sampai perguruan tinggi. Oleh karena itu juga direkomendasikan kepada pemerintah untuk melakukan penyesuaian terhadap nomenklatur yang menyatukan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Kementerian Pendidikan. Sehingga sebagai implementasinya, sistem pendidikan yang dibangun dapat berkesinambungan mulai sejak dini sampai tingkat perguruan tinggi.*


*Indira Chunda Thita Syahrul, Ketua Umum DPP Garnita Malahayati NasDem.

,