News Detail

NasDem dan Muhammadiyah Berbincang Soal Kaderisasi

NasDem dan Muhammadiyah Berbincang Soal Kaderisasi

  • 06 Desember 2017
  • 364
  • DPP NasDem

JAKARTA, (6 Desember): Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem yang terdiri dari Sekretaris Jendral DPP Bidang Internal dan Kesekretariatan Siar Anggretta Siagian, Ketua DPP bidang Industri, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Irma Suryani Chaniago, serta Ketua DPP bidang Energi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Zulfan Lindan, secara khusus mengunjungi kantor Muhammadiyah yang berada di Jalan Menteng Raya, Jakarta, Rabu (6/12). Kedatangan ketiganya diterima langsung oleh Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas.

Zulfan menjelaskan, alasan kedatangan NasDem ke Muhammadiyah adalah untuk melaksanakan agenda rutin NasDem yaitu bersilahturahmi antara partai politik (Parpol) dengan organisasi masyarakat (ormas). Menurut Zulfan, kedekatan NasDem dengan Muhammadiyah sudah ada sejak awal berdirinya Partai NasDem.

"Ini adalah silahturahmi rutin NasDem dengan Muhammadiyah yang memang sejak dulu sudah dekat dengan NasDem," ungkap Zulfan.

Pertemuan antara kedua institusi ini berjalan cair. Salah satu isu yang mencuat dalam pertemuan singkat itu ialah mengenai proses kaderisasi dalam tubuh parpol. Zulfan memuji kader-kader Muhammadiyah selaku ormas Islam terbesar yang sudah ada di Indonesia sejak tahun 1912. 

"Muhammadiyah ini sumber kader, banyak profesor, doktor, apalagi S1 yang berasal dari Muhammadiyah. Dengan berbagai pengalaman itu kita memerlukan kader Muhammadiyah untuk bisa bergabung dengan NasDem," jelas Zulfan.

Dikatakan Zulfan, NasDem menyadari bahwa sebagai parpol yang masih baru di pemerintahan, NasDem tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari banyak pihak khususnya organisasi kemasayarakatan. Diperlukan sinergi untuk membangun kebersamaan dan melakukan perbaikan-perbaikan persoalan bangsa.

"Untuk melakukan suatu kebaikan kepada bangsa, kita harus mengajak banyak pihak termasuk kekuatan-kekuatan yang ada di masyarakat. Parpol tidak bisa berjalan sendiri, saya yakin Muhammadiyah juga mempunyai pemikiran yang sama seperti itu," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, pada kesempatan yang sama, Busyro Muqoddas menekankan bahwa Muhammadiyah selalu memandang Parpol sebagai pilar demokrasi. Dirinya pun sepakat bahwa kaderisasi di tubuh Parpol merupakan hal yang sangat penting. Keberhasilan kader-kader Muhammadiyah tidak terlepas dari proses kaderisasi panjang yang telah dilakukan Muhammadiyah sejak hadir di tanah air.

"Muhammadiyah punya pengalaman untuk mengisi sektor-sektor di luar atau di dalam pemerintahan yang masih perlu adanya perbaikan, untuk itu bilah membutuhkan kader maka kami siap," jelasnya. (Uta/*)