News Detail

Sekolah Kader Partai NasDem Bekal Menuju Tiga Besar

Sekolah Kader Partai NasDem Bekal Menuju Tiga Besar

  • 12 Januari 2018
  • 391
  • DPP NasDem

JAKARTA, (12 Januari): Akademi Bela Negara (ABN) hadir berdasarkan ide Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, ketika melihat budaya politik transaksional dan pragmatis yang tidak bagus dalam situasi politik Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Agus Maulana, Pelaksana Harian Deputi 1 Akademi Bela Negara saat ditemui usai memberikan materi pada Sekolah Kader Partai NasDem di kampus ABN, Jl. Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (11/1).

“Bapak Surya Paloh percaya dengan proses pendidikan. Selain di ABN, Pak Surya juga memiliki sekolah Sukma Bangsa. Ini menunjukkan Pak Surya percaya bahwa kaderisasi adalah pendidikan sebagai poin utama,” ujar Agus.

Karenanya di ABN ini, lanjut Agus, untuk mengubah budaya politik transaksional dan pragmatis itu, yang paling memungkinkan adalah mengajarkan kader-kader Partai NasDem cara berpolitik yang baik. Jika para kader sudah memahami cara berpolitik yang baik, mereka tinggal merealisasikannya sejalan ide dan cita-cita Partai NasDem.

“Maka dari itu, di sinilah mereka diberikan pemahaman tentang kepartaian, itu yang pertama,” lanjut Ketua Komisi Saksi Nasional Provinsi Banten ini.

Agus melanjutkan, untuk mencapai cita-cita partai dalam konteks politik di Indonesia, yang harus pertama dilakukan adalah menang terlebih dahulu. Menurutnya, ide dan cita-cita partai tidak bisa terealisasi jika tidak menjadi partai pemenang. Jika sudah menang, barulah ide-ide tersebut akan bisa direalisasikan untuk kemaslahatan bangsa.

“NasDem membuat ABN ini untuk memberikan bekal kepada kader cara untuk menang dan bagaimana kemenangan itu dimanfaatkan,” tegas Agus.

Lebih jauh, Agus menjelaskan pada Sekolah Kader Partai NasDem ada tata tertib dan aturan yang harus dijalankan. Para peserta yang mengikuti sekolah kader Partai NasDem akan dinyatakan lulus jika telah memenuhi 90 persen kehadiran. Jumlah kehadiran tersebut dapat dihitung dari banyak jumlah sesi yang diberikan selama mengikuti pelatihan ini. Setelah mengikuti sekolah kader Partai NasDem, para peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti sudah mengikuti pelatihan dengan baik.

Agus menerangkan, materi yang diajarkan pada sekolah kader Partai NasDem adalah materi-materi yang bersifat praksis dan aplikatif yang bisa langsung dipraktekkan para peserta, seperti melakukan pemenangan, penggalangan suara, serta melakukan zonasi wilayah dalam melakukan kampanye di Dapilnya. Apalagi, tahun ini merupakan tahun politik,  berupa Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019.

“Lebih bagus mereka terjun langsung praktek bahwa yang dilakukan itu tidak hanya persoalan kampanye Pemilu tetapi juga kampanye politik yang bekerja,” ujar Agus.

Penting diketahui, saat ini Sekolah Kader Partai NasDem sudah memasuki angkatan ketiga. Acara pembukaan sekolah kader Partai NasDem angkatan ketiga ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate, Gubernur ABN IGK Manila, Anggota DPR RI fraksi NasDem Supiadin Aries Saputra,  Anggota Majelis Tinggi DPP NasDem Rerie Lestari Moerdijat , Ketua OKK Jeannette Soedjunadi, serta Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustofa.

Para peserta sekolah kader Partai NasDem angkatan ketiga ini diikuti sebanyak 446 peserta. Mereka berasal dari 27 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem di Jawa Barat. Selain dari unsur DPD, peserta juga berasal dari tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai NasDem Jabar, Komisi Saksi Nasional, serta jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jabar.  Selain dari pengurus DPW NasDem Jawa Barat, para peserta sekolah kader Partai NasDem angkatan ketiga ini juga ada yang berasal dari DPRD tingkat kabupaten/kota dari masing-masing daerah di Jawa Barat.(*)