News Detail

Koalisi NasDem Untuk Majukan Daerah

Koalisi NasDem Untuk Majukan Daerah

  • 12 Januari 2018
  • 139
  • DPP NasDem

JAKARTA, (12 Januari): Maraknya fenomena 'Parpol Pelangi' yang terjalin di antara Partai Politik Koalisi Pemerintah dengan Partai Politik Oposisi Pemerintah di ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2018 diyakini Willy Aditya sebagai salah satu langkah mencari kandidat terbaik untuk membangun daerah di Indonesia.  Hal tersebut diungkapkan Willy Aditya, Ketua DPP Partai NasDem Bidang Media dan Komunikasi Publik dalam Live Program Metro Siang, Jum’at (12/1).

Willy menyebutkan, koalisi pelangi yang terjalin di daerah didasari oleh beberapa aspek, diantaranya menjalankan amanat Undang-Undang yang mensyaratkan partai politik harus memenuhi syarat minimal 20% kursi legislatif daerah.  Willy juga meyakini jika dinamika politik di tingkat nasional berbeda dengan situasi politik di tataran lokal yang menurutnya memiliki sosio politik dan sosio kultural sendiri.

“Ini suatu dinamika politik yang cukup perlu kita simak tidak hitam atau putih, memang dinamika nya berbeda antara dinamika politik nasional dan politik lokal,” kata Willy.

Willy menegaskan jika Partai NasDem akan terus berupaya agar dapat menempatkan Kepala Daerah yang terbaik di pucuk pemerintahan sebagai penyedia layanan bagi masyarakat dengan memperhatikan aspek elektabilitas, integritas dan kapabilitas. Willy juga menceritakan bagaimana aktor utama dalam terbangunnya koalisi pelangi di daerah-daerah adalah hasil komunikasi dari para kandidat itu sendiri bukan partai.

“Partai pengusung itu berkoordinasi bersama-sama, pertama kepentingannya adalah mendaftarkan si kandidat, yang kedua adalah bagaimana memenangkan kandidat, dalam rangka memenangkan kandidat ini dibentuklah tim pemenagan yang biasanya diketuai oleh suara terbanyak di lokal tersebut nah ini terjadi dinamika yang sangat cair,” jelas Willy

Willy mencontohkan bagaimana Khofifah Indar Parawansa menjalin komunikasi dengan Partai Demokrat sehingga di Pilkada Jawa Timur Partai NasDem bisa bergandengan tangan dengan Partai Demokrat dalam mengusung pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak. Willy meyakini dinamika yang cair dari jaringan kultural di masing masing daerah lokal dapat menjadi ajang untuk mematangkan program-program dan bukan hanya sekedar visi-misi di atas kertas.

“Seolah-olah di atas (nasional –Red) bentuknya bersebrangan bahkan saling bertumbukan tapi di bawah mereka bisa bekerja sama, kita sebagai negara yang sosio demokrasi bisa bermusyawarah dan bekerja sama harus kemudian mensyukuri dinamika ini,” terang Willy

Willy menekankan bahwa hal yang paling penting adalah bagaimana kandidat dan partai politik bisa bekerja sama dan dapat memisahkan kepentingan publik dengan kepentingan golongan, kepentingan partai atau kepentingan apapun. Willy berharap setelah Pilkada selesai masing-masing kandidat dapat bekerja penuh bagi masyarakat.

“Kompetisi itu suatu hal yang nature dalam alam demokrasi tetapi setelah terpilih ketika mereka menjadi Gubernur - Wakil Gubernur, Bupati - Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota mereka adalah pemimpin dari daerah itu dan sudah sekat-sekatnya selesai setelah Pilkada selesai,” tegas Willy.(*)