News Detail

Restorasi Indonesia Bukan Pekerjaan Semalam

Restorasi Indonesia Bukan Pekerjaan Semalam

  • 25 Februari 2018
  • 178
  • Garda Pemuda NasDem

TERNATE, (25 Februari): Ketua Umum Garda Pemuda NasDem Prananda Surya Paloh terus memperkuat infrastruktur organisasi sayap Partai NasDem ke seluruh wilayah Indonesia. Kali ini Anggota DPR RI dari fraksi NasDem itu secara resmi melantik Willy Khosuma sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Garda Pemuda NasDem Maluku Utara, Minggu, (25/2).

Ketua Garda Pemuda NasDem Maluku Utara yang baru saja dilantik Willy Khosuma berjanji akan segera bekerja bersama-sama kader Garda Pemuda lainnya untuk terus memperkuat struktur Garda Pemuda NasDem hingga ke tingkat kelurahan atau desa yang ada di Maluku Utara.

“Menyegarkan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di 8 Kabupaten dan 2 Kota, yang akan memperkuat hingga ke tingkat DPC di 113 Kecamatan, kemudian juga di 1180 Kelurahan atau Desa yang ada di Maluku Utara,” terang Willy.

Ketua Umum Garda Pemuda NasDem Prananda Surya Paloh dalam orasinya berharap Organisasi Sayap Partai NasDem ini dapat berjalan beriringan dengan Partai NasDem utamanya dalam mengawal kesatuan dan persatuan Indonesia.

“Dengan maraknya sekarang ini politik adu domba yang mengedepakan SARA, Garda Pemuda NasDem harus mampu menjadi benteng terdepan menjaga keutuhan negeri ini,” kata Nanda.

Alumnus Monash University Australia ini juga mengingatkan bahwa Garda Pemuda merupakan miniatur restorasi Indonesia. Upaya untuk mewujudkan cita-cita gerakan perubahan itu dapat dimulai dari Garda Pemuda.

“Restorasi bukanlah pekerjaan semalam, butuh bertahun-tahun atau mungkin sampai saya kakek-kakek baru terwujud, saya berharap sebelum kita meninggal cita-cita restorasi itu sudah terwujud dengan utuh,” kata Nanda.

Nanda melanjutkan bahwa perjuangan untuk mencapai restorasi Indonesia masih sangatlah panjang. Untuk itu, menurut Nanda kader Garda Pemuda NasDem harus mampu menjadi pelopor dari semangat untuk mewujudkan perubahan yang baik itu.

“Memang perjuangan kita masih panjang, jika sampai akhir hayat belum juga terwujud cita-cita kita ini, paling tidak bisa kita titipkan kepada anak cucu kita,” tutup Nanda.(*)