News Detail

Relaksasi Export Konsentrat Mineral Dibatalkan Presiden

Relaksasi Export Konsentrat Mineral Dibatalkan Presiden

  • 13 Oktober 2016
  • 0
JAKARTA (13 Oktober): Pembatalan kebijakan relaksasi eksport konsentrat mineral akan membuat ekonomi dalam negeri lebih bergairah. Kerangka dasar industri bisa lebih terarah jika pasar domestik bahan mentah lebih difokuskan pada pemenuhan konsumsi dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad M. Ali yang memuji Presiden Joko Widodo yang membatalkan kebijakan relaksasi eksport mineral.

Menurut politisi NasDem itu, pembatalan kebijakan relaksasi eksport mineral membuktikan komitmen Jokowi yang tinggi pada pembangunan industri dalam negeri serta kepastian hukum pada investasi.

“Alhamdulillah, pembatalan eksport konsentrat mineral ini menunjukan komitmen tinggi presiden Joko Widodo pada pembangunan nasional yang lebih visioner. Sekaligus memberikan keyakinan yang kuat pada iklim investasi. Akhirnya, segala keragu-raguan akan perlindungan investasi segera bisa diatasi,” ujar Ahmad Ali seperti rilis yang dikutip dari fraksinasdem.org, Kamis, (13/10).

Legislator asal Sulawesi Tengah ini mengatakan, iklim investasi akan segera dan terus membaik jika ada kepastian hukum semacam ini. Ali berharap investor yang berkomitmen bangun smelter untuk menggenjot dan mempercepat proses pembangunan. Agar akselerasi pertumbuhan ekonomi dari sisi hilirisasi bisa segera memberi kontribusi pada PDRB Nasional.

“Saya berharap para investor-investor yang sudah berkomitmen agar segera menyelesaikan pembangunan smelter. Supaya nilai tambah pengelolaan mineral bisa segera memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi nasional, ” tegasnya.(*)