News Detail

Herman Deru Tidak Ingin Tinggalkan Pertanian dan Petani

Herman Deru Tidak Ingin Tinggalkan Pertanian dan Petani

  • 17 April 2018
  • 110
  • NasDem Sumsel

EMPAT LAWANG, (17 April): Calon Gubernur (Cagub) Sumatra Selatan nomor urut 1 Herman Deru blusukan ke pasar tradional di Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selaran, Senin, (16/4).  Cagub yang diusung NasDem bersama PAN, Hanura, dan PKPI itu secara maraton menggelar silaturahim dengan ratusan tokoh masyarakat di Desa Kota Gading, Desa Padang Tepong, dan Desa Tanjung Kupang.

Saat bertemu dengan warga Empat Lawang tersebut, Herman Deru menyampaikan sejumlah program strategis pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY). Antara lain percepatan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di 17 kabupaten dan kota seluruh Sumsel yang kondisinya saat ini banyak rusak. Membenahi program sekolah dan berobat gratis yang selama ini mati suri.

"Faktanya, sampai saat ini ada sekitar 3,4 juta warga Sumsel belum terlayani BPJS. Bila pasangan HDMY diberi amanah untuk memimpin Sumsel, 3,4 juta warga Sumsel ini harus mendapat layanan BPJS. Ini hak rakyat dan perintah undang-undang,"ucap Deru.

Program strategis lainnya ialah membangun bidang pertanian yang selama hampir 10 tahun ini kurang mendapat perhatian. Padahal semasa Gubernur Sumsel Syahrial Oesman sudah dicanangkan Sumsel merupakan lumbung pangan.

"Sumsel itu provinsi agraris atau pertanian. Kita tidak boleh meninggalkan pertanian dan para petani," katanya.

Lebih jauh Herman Deru menuturkan, salah satu wujud nyata untuk memajukan bidang pertanian ialah dengan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang khusus membidangi masalah pertanian. BUMD itu dinamai BUMD Agro Sumsel. BUMD Agro Sumsel ini bertujuan menjaga stabilitas harga sembako dan komoditas pertanian dan perkebunan lainnya yang sangat memengaruhi hajat hidup petani Sumsel, misalnya karet, kopi, dan kelapa sawit.

"Keberadaan BUMD Agro Sumsel itu nanti diharapkan dapat ikut mengendalikan atau sebagai stabilator harga kebutuhan pokok, seperti beras, terigu, minyak goreng, dan lainnya serta harga karet dan kopi yang selama ini dikendalikan tengkulak dan pasar bebas," terangnya.

Pengalamannya menjadi Bupati OKU Timur selama 10 tahun, Deru sudah cukup memberikan pengetahuan dan pengalaman bagaimana peran pemda mengendalikan harga beras, sehingga petani tidak terus dihantui dengan harga anjlok ketika musim panen tiba. Saat memimpin OKU (Ogan Komering Ulu) Timur, setiap tahun APBD mengalokasikan sekitar Rp20 miliar untuk membeli beras langsung dari tangan petani.

"Saya yakin keberadaan BUMD Agro Sumsel ini nanti akan dapat menolong petani dan masyarakat Sumsel pada umumnya," jelas Deru.

Deru menegaskan gagasannya untuk mendirikan BUMD Agro Sumsel ini sudah dibahas dengan sejumlah pakar pertanian, kontak tani nelayan andalan (KTNA), dan asosiasi pedagang sembako di Palembang.

Sejumlah tokoh masyarakat Muratara pun percaya program HDMY yang ingin memajukan pertanian, sebab HDMY sudah berpengalaman dan terbukti mampu memajukan pertanian di Kabupaten OKU Timur dan Ogan Ilir.

"Kami sangat percaya kepada Herman Deru karena memang dia terbukti sukses memajukan pertanian dan mensejahterakan petani di OKU Timur," ungkap tokoh Masyarat Padang Tepong, Zakaria.(MI/*)