News Detail

Restorasi Indonesia di Provinsi Jambi

Restorasi Indonesia di Provinsi Jambi

  • 14 Juni 2018
  • 48
  • Ngopi Sore
  • DPP NasDem

JAKARTA, (14 Juni): Gerakan perubahan restorasi Indonesia tampaknya sudah meresap di dalam relung kalbu masyarakat Provinsi Jambi. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bahkan meraih gelar bapak panglima besar restorasi Indonesia dari publik Jambi.

Hal tersebut secara langsung disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Provinsi Jambi, H. Agus Roni dalam tayangan 'Ngopi Sore' acara persembahan Media Center Partai NasDem yang tayang live streaming di www.partainasdem.id setiap hari Rabu.

Agus juga mengatakan bahwa masyarakat tidak serta merta memberi predikat panglima besar restorasi Indonesia kepada Surya Paloh. Melainkan, publik menilai ada komitmen dan konsistensi yang ditunjukkan oleh Ketua Umum Partai NasDem itu dalam upaya mewujudkan cita-cita restorasi Indonesia.

"Saya melihat figur kepemimpinan (Surya Paloh) yang layak diteladani untuk menjadikan bangsa ini lebih baik melalui jargon restorasi," jelas Agus Roni, Rabu (13/6).

Agus Roni menambahkan memang pada masa awal masyarakat belum memahami apa itu NasDem dan gerakan restorasi yang dicetuskannya. Namun sejalan dengan partai ini berkomitmen membudayakan politik tanpa mahar masyarakat, menurut pria yang akan maju sebagai calon legislatif DPR RI di Pileg 2019 ini mulai memahami dan menerima keberadaan Partai NasDem di Provinsi Jambi.

"Bagi sesama partai politik ini sesuatu yang aneh dan tabu. Tapi bagi masyarakat dan bagi calon itu sendiri ini sesuatu yang baru dan baik. Calon dari awal tidak dibebani mahar politik," terangnya.

Menurutnya, dari gerakan politik tanpa mahar yang merupakan cerminan gerakan restorasi Indonesia kini Partai NasDem telah mendapat tempat di hati masyarakat Jambi seperti halnya tokoh-tokoh berpengaruh yang mulai merapatkan barisan ke Partai NasDem seperti Sudirman Zaini mantan Bupati Bungo, A. Murady Darmansjah mantan anggota DPR RI periode 2004-2009 dan Hasbi Anshory anggota DPD RI Dapil Jambi yang meraih 58.497 suara pada tahun 2009 lalu.

"Kita mulai dengan niat baik tanpa mahar, harga mati. Mohon maaf di Jambi ada partai politik lain untuk mendaftar saja  administrasi sudah diminta jutaan rupiah. Kalau kita gratis," terangnya.

Caleg yang akan diusung di Pileg 2019 mendatang menurut Agus Roni diprioritaskan untuk internal namun juga tidak menutup kesempatan untuk eksternal yang memiliki persamaan cara pandang dengan NasDem.

"Kita sudah melalui tahapan finishing, kita sudah melaksanakan pleno di kabupaten kota dan wilayah dan mewawancarai seluruh Bacaleg untuk caleg provinsi dan kabupaten kota kalau untuk DPR RI itu kewenangan pusat," katanya.

Menurutnya di tengah demokrasi Indonesia yang liberal (Agus Roni menyebutnya dengan kata 'sakit') di mana jual beli suara saat ini masih masif terjadi Partai NasDem justru hadir dengan gagasan politik tanpa maharnya yang begitu mencerahkan.

"Kita mengamati dari pada figur kepemimpinan (Surya Paloh) yang pada kesimpulannya kita berani menyatakan beliau sebagai panglima besar bapak restorasi Indonesia yang kepeduliannya kepada negeri ini luar biasa sekali," ujarnya.

Menurutnya publik Jambi melihat figur  Surya Paloh sebagai seorang sipil yang peduli dengan bangsa Indonesia salah satunya melalui Sekolah Kader Akademi Bela Negara (ABN) yang mengikutsertakan anak-anak dari Provinsi Jambi yang terasa betul perubahan dan peningkatan kualitas individu maupun cinta tanah air usai mengikuti sekolah di ABN.

"Partainya zaman now, anak muda tokohnya bisa gaul sekaligus bisa serius. Partai NasDem dari pusat sampai daerah memberikan tempat kepada generasi muda Indonesia untuk menjadi kawah candradimuka," katanya.

Menurutnya Partai NasDem saat ini sudah menjadi pemimpin di Provinsi Jambi melalui Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Jambi saat ini adalah Plt. gubernur Jambi.

"Masyarakat Alhamdulillah memahami dan mendukung," ujarnya.

Ia pun saling mengingatkan kepada para kontestan pesta demokrasi di Indonesia bahwa sudah seharusnya berkompetisi dalam harmonis secara sehat tidak saling memfitnah dan menebar kebencian saatnya saling memberikan pendidikan yang baik bagi masyarakat.

"Jangan sakiti hati rakyat. Kita ini tempat rakyat menggantung harapan melalui partisipasi politik sehingga apabila dipercaya melalui pesta demokrasi kita tidak mengingkari amanah itu," pungkasnya.(*)