News Detail

Surya Paloh Katakan Abraham Samad Ternominasi  Gak Ada Salahnya

Surya Paloh Katakan Abraham Samad Ternominasi Gak Ada Salahnya

  • 10 Juli 2018
  • 320
  • DPP NasDem
  • Surya Paloh
  • Abraham Samad

JAKATA, (10 Juli): Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai kedatangan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad kepadanya merupakan pertemuan selayaknya seorang adik dan kakak.

Perihal tersebut disampaikan Surya Paloh usai menerima kedatangan Abraham Samad di Kantor Dewan Pimpinan pusat (DPP) Partai NasDem, Jalan RP. Soeroso No. 46, Gondangdia Lama, Jakarta Pusat, Selasa (10/7).

Kepada rekan-rekan media yang sudah menunggunya, Surya Paloh juga mengapresiasi langkah Abraham Samad yang gencar dikabarkan ingin maju dalam perhelatan Pilpres 2019 mendatang.

“Seperti adik kepada kakak saja, saya bilang sebagai pengabdian bagus juga. Tapi bagaimanapun juga adalah kehangatan saya sebagai sahabat dengan Abraham Samad kan bukan baru kali ini ya,” katanya.

Ketika dihadapkan pertanyaan awak media mengenai keinginan Abraham Samad maju Pilpres di tahun 2019, Surya Paloh menyambutnya dengan positif. Menurutnya tidak ada salahnya orang-orang seperti Samad masuk dalam nominasi untuk mengabdikan diri sebagai kader bangsa.

“Saya pikir barangkali tokoh seperti Abraham ini ternominasikan saya pikir gak ada salahnya ya kan. Artinya bisa kemana saja dia mengabdikan dirinya sekarang dia mengajar ya,” kata Surya Paloh.

Surya Paloh juga menegaskan siapapun kandidat yang akan dipilih Jokowi nantinya, itu merupakan yang terbaik. Partai NasDem lanjut Surya Paloh sekali lagi menegaskan bahwa menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi untuk menentukan siapa yang akan menjadi pendampingnya di tahun 2019.

“Yang paling tau ya pak Jokowi itu,” tegas Surya Paloh.

Terkait munculnya beberapa nama yang juga digadang akan mendampingi Presiden Jokowi di Pilpres 2019 Surya Paloh mengajak masyarakat untuk saling menghargai satu sama lainnya.

“Saya pikir siapapun yang mencoba untuk mencalonkan siapa kandidat terbaik harus kita hargai bersama tapi sekali lagi penentuan keputusan itu hak prerogatif ada di tangan Presiden,” pungkasnya.(*)