News Detail

Lisda Hendrajoni Patenkan Batik Tanah Liek

Lisda Hendrajoni Patenkan Batik Tanah Liek

  • 08 Agustus 2018
  • 132
  • NasDem Sumbar
  • Lisda Hendrajoni
  • Calon Legislatif
  • Sosok

JAKARTA (8 Agustus): Sebagian besar masyarakat Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mungkin sudah tidak asing dengan nama Lisda Hendrajoni. Mengawali kariernya sebagai seorang pramugari pesawat kepresidenan, kini Lisda bersama sang suami Hendrajoni sedang fokus membangun Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). 

Hendrajoni suami Lisda terpilih sebagai Bupati Pessel pada tahun 2015. NasDem menjadi salah satu partai yang mengusungnya.

Berawal dari dukungan tanpa mahar yang diberikan NasDem kepada suaminya membuat hati Lisda terpikat untuk bergabung ke Partai NasDem.

“Untuk saya NasDem itu di hati saya, khusus satu-satunya saksi bahwa NasDem tanpa mahar,” kata Lisda di Gedung DPP Partai NasDem, Jakarta Pusat, Selasa (7/8).

Kurang lebih sudah dua tahun belakangan Lisda bergabung ke Partai NasDem dan untuk saat ini ia mengemban tugas sebagai Wakil Ketua DPW NasDem Sumatera Barat Bidang Perempuan.

Posisi itu bukan tanpa sebab diembannya. Lisda dikenal sebagai sosok perempuan serba bisa. Sejak duduk di bangku sekolah menengah ia sudah dipercaya untuk menjadi model di banyak majalah.

Ia juga merambah ke dunia tarik suara dan perfilman Tanah Air. Selain menjadi bintang iklan untuk beberapa produk, Lisda juga dikenal sebagai orang yang senang berwirausaha.

Tercatat usaha salon kecantikan dan investasi properti sedang ia jalankan. Usaha Lisda juga banyak bergerak di bidang fashion.

Dia mengaku tidak ingin sukses sendirian. Untuk itu lewat tugas dan tanggung jawab seorang istri bupati ia terus memacu masyarakat Pesisir Selatan lewat perannya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK.

“Kita fokus, apa sih yang ingin diberikan untuk masyarakat yang masih butuh perbaikan di sana-sini,” katanya.

Selain menjalankan program reguler seputar PKK, Lisda juga banyak menelurkan ide dan program inovasi untuk masyarakat. Tak jarang Lisda blusukan setiap hari untuk melihat jembatan roboh, rumah tak layak huni, ibu melahirkan bahkan mengurus warga terkena musibah kematian.

Semua itu dengan penuh ketulusan dijalankannya untuk mempercepat peningkatan taraf hidup masyarakat dari kabupaten yang baru saja lepas dari status daerah tertinggal di Sumatera Barat itu.

“Ini perlu upaya kita bersama masyarakat di setiap kabupaten bergerak menjadikan kehidupan lebih sehat, lebih rapih,” tukasnya.

Lisda dan suami rela menginggalkan hingar bingar ibu kota yang serba ada untuk pulang dan membangun kampung.

Pramugari pesawat Kepresidenan era Presiden BJ Habibie hingga SBY ini bisa dibilang penuh spirit dan inovatif. Bagaimana tidak, ia terus berupaya mengangkat harkat dan martabat Pesisir Selatan salah satunya lewat fashion.

Ia berjuang mengangkat potensi Pesisir Selatan lewat kain sulam bayang dan batik tanah liek. Keduanya bahkan sudah dipatenkan dan berhasil tembus pasar nasional bahkan meraih penghargaan dari UNESCO.

Menurutnya lewat jalur tersebut selain mampu mendongkrak perekonomian warganya juga bisa melestarikan budaya nenek moyang. Ia berharap Pesisir Selatan bisa menjadi sentra batik di kemudian hari.

“Itu harapannya, paling tidak kalau belum untuk nasional bisa menjadi sentra batik untuk Sumatera Barat,” katanya.

Lisda merupakan aktor penggerak restorasi dari Pesisir Selatan. Kini lewat tugasnya di DPW Partai NasDem Sumatera Barat ia pun terus membumikan bahwa perempuan harus terlibat aktif dalam kehidupan politik. Bukan hanya sebagai pelengkap.

“Kita sosialisasikan apa sih pentingnya politik, kenapa kita harus maju berjuang bersama-sama dengan kemampuan masing-masing,” ungkapnya.

Meski bisa dibilang sama seperti di wilayah lain yang notabene masih sulit mengajak perempuan untuk ikut berkontribusi langsung ke masyarakat, namun Lisda melihat secercah potensi untuk bisa terus berkembang ke depannya.

“Perempuan harus diberdayakan termasuk di sisi kebudayaan. Di Sumbar digelorakan lagi budaya Minang yang sangat kaya agar tidak diklaim wilayah lain,” harapnya.

Perempuan yang menginisiasi Dunsanak Membantu Dunsanak (DMD) untuk mengajak masyarakat membantu tetangganya lewat kegiatan sosial. Seperti mewujudkan Pesisir Selatan ramah sahabat disabilitas dan renovasi ribuan rumah. Semua itu terus disebarkan sebagai benih semangat agar masyarakat maju bersama.

“Kami mengundang masyarakat luas, anak sekolah, kita gotong royong membantu mewujudkan pembangunan bedah rumah. Kita berharap jika sebelumnya satu, nanti ada dua atau tiga,” pungkasnya.(*)