News Detail

RI 39 Dinas Pakai Pajero Putih

RI 39 Dinas Pakai Pajero Putih

  • 10 Agustus 2018
  • 356
  • DPP NasDem
  • Siti Nurbaya Bakar

JAKARTA (10 Agustus): Hal tidak lazim terlihat di kendaraan dinas yang digunakan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar. 

Agak berbeda dengan menteri lainnya, Siti lebih memilih menggunakan mobil berjenis Sport Utility Vehicles (SUV), yaitu Mitsubishi Pajero berwarna putih sebagai kendaraan dinasnya.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan 76/2015 tentang mobil dinas, seorang menteri berhak mendapatkan fasilitas negara berupa kendaraan dinas dengan kualifikasi kelas A jenis sedan atau SUV minimal 3.500cc, seperti Toyota Camry atau  Toyota Land Cruizer. 

Sementara itu Pajero putih RI 39 yang digunakan oleh Siti hanya masuk dalam kategori D yang ditujukan bagi pejabat negara tingkat eselon II A. 

Ketika ditanya mengapa memilih menggunakan Pajero putih dibandingkan Toyota Camry atau sejenisnya, Siti menjawab saat ini ia sedang mengampanyekan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) khususnya di Palembang, Sumatera Selatan jelang perhelatan Asian Games 2018. 

Memang terlihat Pajero putih yang digunakan oleh Siti ramai dengan stiker yang menggambarkan maskot-maskot Asian Games 2018. 

"Iya untuk ikut memeriahkan Asian Games, jadi sekarang lagi pakai mobil yang banyak stiker Asian Games-nya," paparnya saat ditemui di kantor DPP Partai NasDem, Jumat (10/8). 

Memang, menjelang pelaksanaan Asian Games, KLHK sendang gencar-gencarnya mengantisipasi karhutla. 

Siti meminta para pihak agar memahami bahwa karhutla adalah masalah reputasi negara apalagi menjelang perhelatan Asian Games ke-18 di Jakarta-Palembang pada Bulan Agustus 2018. 

“Jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan ketika Asian Games ke-18 berlangsung. Kita harus menjaga reputasi negara sehingga semua wilayah harus dijaga dari karhutla, tidak hanya di Palembang,” tegas Siti. 

Selanjutnya Siti Nurbaya juga meminta kepada jajarannya terutama Pejabat Eselon I agar dapat mengarahkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebagai struktur organisasi di lapangan untuk lebih peduli pada kegiatan pengendalian karhutla. (Uta/*)