News Detail

Ramai Suasana Nobar Debat Cawapres di DPP NasDem

Ramai Suasana Nobar Debat Cawapres di DPP NasDem

  • 17 Maret 2019
  • 2170
  • DPP NasDem


JAKARTA (17 Maret) : Ratusan simpatisan dan kader Partai NasDem berbaur dengan pendukung pasangan calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin memenuhi auditorium DPP Partai NasDem di kawassn Menteng Jakarta Pusat untuk nonton bareng (nobar) debat calon wakil presiden (cawapres), Minggu (17/3).


DPP NasDem menggelar acara nobar debat cawapres sebagai salah satu wujud dukungan moril kepada paslon 01. 


Warga yang datang mayoritas berasal dari wilayah DKI Jakarta. Hadir pula beberapa pengurus dan fungsionaris DPW NasDem DKI Jakarta. Salah satunya caleg muda yang juga Sekretaris DPW NasDem DKI Wibi Andrino. Sebelum nobar debat dimulai, simpatisan yang hadir menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama.


Hadir pula Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang baru tiba seusai mengikuti rapat bersama Tim Kampanye Nasional (TKN) di Hotel Borobudur Jakarta. Paloh didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, dan Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya. Rombongan langsung menuju ruang kerja pribadi Surya Paloh di lantai 5. 


Sebagai pembuka debat,  cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin memamerkan program tiga kartu sakti untuk kesejahteraan masyarakat. Tiga kartu tersebut adalah kartu untuk kuliah, kartu sembako murah, dan kartu pra-kerja.


"Kami akan keluarkan tiga kartu. Kartu kuliah, kartu sembako murah, kartu pra-kerja," kata Ma'ruf dalam debat Cawapres di Hotel Sultan, Jakarta. 

Tiga kartu tersebut menurut Ma'ruf dapat digunakan untuk berkuliah, berbelanja kebutuhan dengan murah dan modal untuk mendapatkan pekerjaan.


"Itu untuk apa? Supaya anak miskin bisa kuliah, supaya ibu-ibu bisa belanja murah, supaya ada modal untuk mendapatkan kerja," ungkap Ma'ruf.

Menurut Ma'ruf, pemerintahannya pun akan menyiapkan tempat latihan kerja yang khusus dan gratis serta dapat membangun akhlak yang mulia.


"Karena pemerintah telah menyiapkan tempat latihan secara khusus dan gratis, harus dibangun akhlak mulia juga," kata Ma'ruf.(*)