Sosok Detail

Martin Manurung, Mengabdi untuk Kemanusiaan

Martin Manurung, Mengabdi untuk Kemanusiaan

  • 04 November 2017
  • 475

LAHIR di Jakarta, 31 Mei 1978, Martin Manurung kecil menghabiskan waktunya sebagai seorang penyanyi yang berprestasi, Ia terpilih menjadi penyanyi cilik pertama yang dikirim Indonesia untuk mengikuti Mermaid International Children Song Festival di Hiroshima, Jepang, pada tahun 1989.

Masih di festival yang sama, Martin juga mempersembahkan gelar Superior Award. Tak tanggung-tanggung, lagu “Love Mother Nature” yang dibawakannya pun memperoleh gelar The Highest Composition Award and Impressive Song.


Martin kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia berhasil meraih gelar S1 dari Jurusan Ekonomi Uang dan Perbankan. Di usianya yang masih sangat muda, Martin Manurung telah mampu membangun jaringan, bahkan hingga ke tingkat ASEAN dan internasional.


Hal ini terungkap pada saat krisis kemanusiaan di Rohingya  beberapa waktu lalu. Mantan Ketua Umum Garda Pemuda NasDem tahun 2011 itu melakukan kunjungan diplomasi langsung ke Myanmar untuk menghadiri pertemuan dengan partai-partai politik di Myanmar dengan tujuan mendesak pemerintah Myanmar agar segera menghentikan kekerasan terhadap pengungsi Rohingya. 


“Partai NasDem akan mencoba membantu para pengungsi Rohingya melalui jalur diplomasi antarpartai. Komunikasi politik yang dilakukan tidak hanya terbatas pada partai yang ada di pemerintahan Myanmar, melainkan juga kepada partai oposisi pemerintahan Myanmar,” terang Martin Manurung.


Martin merupakan cerminan politikus muda yang matang bersama pengalamannya, terbukti berbagai penghargaan pernah diraihnya. Mahasiswa berprestasi Universitas Indonesia tahun 2000 dan Chevening Award dari pemerintah Inggris tahun 2005 menjadi bukti keseriusannya dalam menjalani setiap detik kehidupan.


Aktivis mahasiswa tahun 1998 ini berdiri di barisan terdepan bersama para mahasiswa lainnya untuk menuntut  perbaikan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia dan menentang rezim otoriter yang pada saat itu tengah berkuasa.


Pendiri Young Progressives in Southeast Asia (YPSEA) itu mengawali karier politiknya bersama Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) sayap partai PDIP. Martin terpilih menjadi ketua untuk periode 2007-2010.


Saat ini Martin tengah berkonsentrasi bersama Partai NasDem untuk mewujudkan gagasan besar restorasi Indonesia. Martin terpilih untuk menjadi Ketua DPP Partai NasDem Bidang Hubungan Luar Negeri.


Martin Manurung Centre menjadi satu langkah nyata yang diambil Martin untuk mencurahkan segala dedikasinya bagi kemanusiaan dan masyarakat Indonesia.


Bersama lembaga yang ia dirikan di Kabupaten Toba Samosir itu, Martin yang meraih gelar S2 dari School of Development Studies, University of East Anglia, di Norwich Inggris aktif melaksanakan serangkaian kegiatan kerakyatan dan kemanusiaan untuk mendukung kemajuan masyarakat sekitar.


Yang terbaru dilakukan oleh Martin Manurung Centre adalah pemberian puluhan kaki palsu bagi saudara-saudaranya yang menyandang disabilitas. Martin menjelaskan kegiatan tersebut adalah awal dari kegiatan lain yang bersifat kerakyatan seperti pertanian, pendidikan dan pembangunan.


“Kami juga mohon dukungan dan doa restu dari masyarakat agar niat baik Martin Manurung Centre (MMC) ini dapat terlaksana dengan baik,” tutup Martin.

[]