Sosok Detail

Niat Tulus Taufik Basari

Niat Tulus Taufik Basari

  • 06 November 2017
  • 180

TUMBUH di dunia akademis membuat Taufik Basari dikenal masyarakat. Ia menjadi representasi anak muda yang gemar menimba ilmu dan mengamalkannya, khususnya di bidang hukum dan hak asasi manusia.

Suami dari Fessy Alwi ini telah malang melintang berkeliling dunia untuk terus memperdalam studinya di banyak universitas terkemuka.


Taufik memulai perjalanan studinya di Universitas Indonesia. Dua gelar akademis mampu ia raih sekaligus dalam jarak waktu yang berdekatan, S1 jurusan hukum dan S1 filsafat dari Universitas Indonesia. Dua gelar sarjana iyu ia persembahkan buat kedua orang tuanya.


Melalui beasiswa Fullbright yang sangat bergengsi di Amerika Serikat, Taufik kemudian bertolak ke Amerika guna melanjutkan studinya di Negara Paman Sam itu.  Di sana, Taufik berhasil membawa pulang gelar S2 hukum dan HAM Internasional dari Northwestern University Chicago, USA.


Sepulangnya ke Indonesia pada medio tahun 2000, Taufik mulai aktif di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, berperan sebagai asisten pengacara publik hingga kepala divisi advokasi kebijakan. Tahun 2006 Taufik kemudian dipercaya untuk menjadi Direktur Bantuan Hukum dan Advokasi di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).


Tak cukup sampai di situ, pria yang kerap disapa Tobas ini merasa harus bisa berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat. Ayah dua orang anak itu kemudian mendirikan Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat. Dari sana Taufik gencar menyuarakan keadilan. Dia melakukan penyuluhan hukum ke berbagai komunitas masyarakat.


Taufik dikenal sebagai advokat spesialis konstitusi. Berbagai perkara di Mahkamah Konstitusi (MK) telah dimenangkannya. Yang  terbaru adalah kasus sengkarut pemilihan kepala daerah Kabupaten Jayapura. Pasangan calon Mathius-Giri yang mendapat perlakuan konspiratif dari Bawaslu RI dan para calon pesaingnya berhasil dimenangkan Taufik Basari yang dipercaya menjadi kuasa hukumnya.


Tobas bersama kawan-kawan lain aktif dalam gerakan antikorupsi dan gerakan melawan mafia hukum. Beberapa tahun yang lalu Taufik menjadi salah satu bagian dari Tim Pembela Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Bibit-Chandra melawan kriminalisasi oleh pihak-pihak yang ingin melemahkan upaya pemberantasan korupsi.


Tahun 2013 Taufik memutuskan bergabung dengan Partai NasDem. Ini ia lakukan agar dapat berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat. Ia ingin menyumbangkan tenaga, pikiran dan waktunya untuk masyarakat dan bangsa Indonesia.


“Cita-cita saya adalah ingin membuat negeri ini menjadi lebih baik, bersih dari korupsi, negara hukum menjadi tegak, tercipta keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat tanpa diskriminasi,” terang Tobas.


Saat ini pria kelahiran Jakarta 17 November 1976 itu dipercaya untuk menempati posisi Ketua DPP Partai NasDem di Bidang Hukum, Advokasi & HAM.   []