Sosok Detail

Fauzan Syaie Jadi Secercah Harapan Warga Lampung

Fauzan Syaie Jadi Secercah Harapan Warga Lampung

  • 08 Oktober 2018
  • 16

LAMPUNG (27 September): Calon anggota legislatif DPR RI Partai NasDem Dapil Lampung 1 nomor urut 5 Drs Fauzan Syaie merupakan figur politisi nasional yang telah malang melintang di jagat perpolitikan tanah air.


Nama mantan Bupati Tanggamus periode 2002-2007 ini pun dikenal masyarakat sebagai figur birokrat murni yang tetap mengikuti aturan. Tak butuh waktu lama bagi pria kelahiran 8 Agustus 1953 ini untuk masuk ke dalam arus besar gerakan perubahan Partai NasDem.


Menurut pria yang mengawali karier sebagai asisten 1 pembantu utama Bupati Lampung Selatan ini, politik tanpa mahar menjadi satu langkah nyata Partai NasDem dalam merestorasi Indonesia.


"Saya akhirnya memutuskan untuk beralih ke NasDem," katanya kepada partainasdem.id, Rabu (26/9).

Menurutnya, mayoritas kemenangan yang diraih kepala daerah usungan NasDem di pilkada serentak belum lama ini sangat dipengaruhi oleh keberanian Partai NasDem dalam menjalankan politik tanpa mahar.


"Termasuk juga kami calon legislatif itu adalah suatu hal yang membanggakan dan membuat politisi dari partai lain tertarik ke Partai NasDem," ungkapnya.

Fauzan merupakan sosok sesepuh yang dihormati masyarakat Lampung terbukti usai menyelesaikan tugas dari Bupati Tanggamus tahun 2008 ia kembali diberi amanah untuk menjadi anggota DPR RI di Senayan.


Kegelisahan Fauzan melihat fenomena di masyarakat terutama kesejahteraan para petani yang menurutnya harus berdaulat membawa secercah harapan. Hal tersebutlah yang membuatnya diminta masyarakat kembali maju di pileg serentak 2019.


"Ada yang menggelitik di diri saya terutama suatu perundang-undangan yang harus berpihak kepada masyarakat," tegasnya.

Dengan prinsip NasDem tanpa mahar itu tadi Fauzan pun berharap semakin mendapat tempat di masyarakat. Target 100 kursi di DPR menjadi doa dan pelecut semangatnya untuk meneruskan misi pembawa perubahan di tanah air.


"Apabila NasDem bisa mewakili minimal 100 kursi di DPR sehingga bisa berkolaborasi keinginan kita untuk membawa perubahan dan keberpihakan kepada masyarakat bisa kita lakukan," pungkasnya. (*)