Sosok Detail

Intuisi Hati Bawa Moch Geng Wahyudi Merapat ke NasDem

Intuisi Hati Bawa Moch Geng Wahyudi Merapat ke NasDem

  • 17 Oktober 2018
  • 250

MALANG (16 Oktober): Nama Moch Geng Wahyudi begitu familiar di Jawa Timur. Kepindahannya ke Partai NasDem diakui mantan polisi berpangkat Ajun Inspektur Satu ini adalah mengikuti intuisi hatinya.


Politisi ulung kelahiran Bojonegoro, 19 Oktober 1963 silam satu ini kemudian didaulat menjadi pembina Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Jawa Timur (Jatim).


Sepak terjangnya di dunia organisasi dan kepartaian tidak perlu diragukan lagi. Berbagai jabatan strategis pernah diembannya.


“Masuknya saya ke NasDem didasarkan pergulatan pikir dan jiwa nasionalis yang berkobar di dada. Di NasDem saya menemukan ideologi yang masih terjaga itu,” tegasnya. 

Ketua Dewan Harian Cabang 45 (DHC-45) Kabupaten Malang saat ini sedang bersiap untuk menyambut perhelatan pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia.


Namanya tercantum dalam Daftar Calon Tetap (DCT) DPR RI Partai NasDem Dapil Jawa Timur V dengan nomor urut 5.


“Jangan takut mencalonkan diri, baik sebagai dewan atau lainnya. Tidak ada yang rugi saat kalian sudah berani mencalonkan diri untuk tampil sebagai pemimpin,” tukasnya.

Spirit restorasi dan optimismenya selalu terpancar dari dalam diri Moch Geng Wahyudi. Ia selalu yakin bahwa partai pilihannya saat ini mampu berbicara banyak dan menjadi pemenang di hati masyarakat.


“Saya yakin apabila seluruh kader menjalankan strategi dan pola politik yang ada, maka Kabupaten Malang nantinya akan dikuasai NasDem,” ungkapnya.

Ia pun berharap generasi milenial penerus bangsa tidak menutup diri dan buta akan politik. Bagi Geng Wahyudi anak muda juga harus menjaga nilai-nilai akar budaya utamanya dalam menghargai setiap perbedaan baik itu perbedaan suku, budaya maupun agama.


Moch Geng Wahyudi tidak ingin masyarakat yang merupakan sesama kader bangsa mudah diadu domba untuk kepentingan tertentu. 


“Karenanya pemuda diharapkan benar-benar mampu menjadi pelopor pemersatu bangsa,” pungkasnya.(*)