Sosok Detail

Tokoh Pegunungan Papua Nyaleg di NasDem

Tokoh Pegunungan Papua Nyaleg di NasDem

  • 22 Oktober 2018
  • 628

JAKARTA (3 September): Bagi perempuan Wamena, Papua, yang satu ini, pendidikan dan kesehatan menjadi dua dari banyak hal yang menjadi konsentrasinya. Dia rela meninggalkan sejenak kampung halamannya beberapa tahun belakangan untuk menimba ilmu di sekolah Pascasarjana Universitas Trisakti Jakarta, sebelum diterapkannya untuk membangun daerah tempat tinggalnya.


Ina Elisabeth Kobak, ST pun mengaku senang bisa ikut kegiatan Pekan Orientasi Calon DPR RI Partai NasDem sehingga ia memiliki bekal untuk maju bersama masyarakat sesuai visi dan misi Partai NasDem.


"Saya sebagai caleg senang. Banyak ilmu yang saya dapat dari sini nantinya saya bisa aplikasikan kepada masyarakat sesuai dengan visi Partai NasDem," katanya di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Senin (3/9).

Sebagai perempuan tak menjadi hambatan baginya untuk terjun ke politik. Dia justru mengaku tertantang untuk membuktikan perempuan juga bisa berkontribusi penuh buat masyarakat.


"Menimba ilmu penting banget. Di sini kita bisa tahu banyak hal, kita bisa belajar dan balik ke daerah untuk membuat daerah lebih baik lagi," imbuhnya.

Majunya Ina ke jalur politik sebenarnya bertolak belakang dengan dirinya yang sebelum ini tidak begitu tertarik dengan politik.


Namun setelah melihat masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera di selesaikan di daerahnya dan masukan dari keluarga, ia akhirnya memutuskan berjuang lewat jalur politik.


"Salah satunya masih banyak anak-anak di Papua yang buta huruf.  Ada sekolah tapi gurunya tidak ada. Kita akan fokus di situ," terangnya.

Wanita asli Papua ini pun sangat bersyukur dengan Presiden Jokowi karena telah banyak mambantu masyakat di daerah Papua lewat pembangunan infrastuktur sehingga harga BBM yang sama dengan daerah lain di Indonesia  menurutnya sangat membantu percepatan perekonomian dan pembangunan di Papua.


"Kami akan siap mendukung pak Jokowi karena pak Jokowi telah memberikan banyak perubahan bagi kami (di Papua)," pungkasnya.(*)