Sosok Detail

Reza Zaki Ajak Anak Muda tidak Alergi Politik

Reza Zaki Ajak Anak Muda tidak Alergi Politik

  • 14 November 2018
  • 1520

SUMEDANG (14 November): Berbeda dengan anak muda kebanyakan, di usia yang baru menginjak 29 tahun, Reza Zaki sudah dipercaya memimpin Partai NasDem Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.


Pemilik nama lengkap Dr Muhammad Reza Syariffudin Zaki SH MA ini mengaku akan selalu ingat dengan peristiwa enam tahun lalu ketika mendapat perlakuan yang miris dari beberapa kalangan tepatnya ketika Reza dan keluarga mendirikan Rumah Imperium di Desa Ganeas, Sumedang, Jawa Barat.


Meski begitu, pria kelahiran Jakarta, 27 November 1989 ini selalu membawa semangat dan optimisme dalam menapaki setiap langkah hidupnya demi menebar arti penting bagi masyarakat.


“Saya ingat bahwa keraguan itu hanya bisa dijawab dengan kerja nyata dan prestasi. Masyarakat itu butuh rekam jejak,” katanya.

Di usianya yang tergolong muda, Reza juga mengaku tidak ragu untuk terlibat langsung di jagat politik Tanah Air.


Selain menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Sumedang, Reza juga sedang mempersiapkan diri menuju pencalonannya sebagai caleg DPR RI Partai NasDem Dapil Jawa Barat IX nomor urut 4 meliputi wilayah SMS (Sumedang, Majalengka, Subang).


Wakil rektor termuda di Indonesia versi Good News From Indonesia ini mengaku bahwa dunia politik bukanlah dunia baru untuknya.


Selain gemar menimba ilmu Reza juga kaya akan pengalaman berorganisasi seperti menjabat Ketua Senat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogya yang diembannya saat mengambil kuliah S2 Hubungan Internasional di UGM dengan konsentrasi kajian diplomasi perdagangan dunia.


"Bukan dunia baru setidaknya untuk saya, ketika terlibat organisasi kan itu kita berpolitik," ujarnya.

Lulusan S3 ilmu Hukum Perdagangan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung ini pun menjadi sosok yang matang berorganisasi sejak masa pendidikannya. Ia mengakui jika pengalaman berpolitiknya dimulai dari organisasi kemahasiswaan yang panjang.


"Waktu itu kami bahkan membuat perubahan di UGM, mengalahkan partai yang 13 tahun menang," ungkap mantan Ketua OSIS SMAN 89 Jakarta ini.

Sosok aktivis muda ini mengajak anak muda untuk tidak ragu apalagi alergi bersentuhan dengan dunia politik, karena, menurut Reza lagi, bagaimanapun, anak muda merupakan generasi penerus yang mau tidak mau ikut menentukan jalannya peradaban negara.


Tokoh filantropi milenial versi Koran TEMPO ini pun meminta generasi muda untuk dapat menghindari siapa pun yang hanya menjadikan masyarakat dan anak muda sebagai objek dari pesta demokrasi.


“Kami percaya bahwa pemerintahan yang baik itu hanya lahir dari konsensus calon pemimpin dan rakyat yang baik. Jangan ada pengingkaran di antaranya jika kita menginginkan kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.(*)