Sosok Detail

Sepak Terjang Pemerintahan SYL di Sulawesi Selatan Demi NKRI

Sepak Terjang Pemerintahan SYL di Sulawesi Selatan Demi NKRI

  • 08 Januari 2019
  • 63

MAKASSAR (8 Januari): Wilayah Sulawesi Selatan dikenal sebagai daerah yang begitu istimewa. Provinsi ini kaya akan budaya dan sumber daya alam yang didukung jumlah populasi yang terus berkembang.


 Dua periode menjadi gubernur Sulawesi Selatan sudah banyak prestasi yang diraih mantan gubernur dua periode DR Syahrul Yasin Limpo SH MH.


“Provinsi ini adalah center point of Indonesia ada di tengah-tengah Indonesia. Sulawesi Selatan ini menghubungkan Indonesia Timur dan Indonesia Barat karena itu memang posisinya strategis, peranannya strategis dan secara historis Sulawesi Selatan adalah salah satu pendiri Republik Indonesia,” kata Syahrul dalam sebuah kesempatan.

Syahrul yang saat ini menjadi Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem Bidang Otonomi Daerah ini menerangkan dedikasinya dalam membangun Sulawesi Selatan adalah demi sebuah kepentingan negara besar yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia. 240 penghargaan rasanya tidak begitu cukup untuk menggambarkan betapa pesatnya pembangunan di wilayah tersebut.


“Saya sangat yakin Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi terbaik yang ada di Indonesia bukan kata Syahrul tapi ini kata data dan ini kata fakta dan pengakuan itu tidak hanya secara nasional dengan prestasi-prestasi nasional, tapi pengakuan ini juga oleh internasional mengakui itu,” ungkapnya.

Selama menyelesaikan dua periode kepemimpinannya, SYL -- begitu ia akrab disapa -- mencoba dengan terang benderang menghadirkan pemerintahan yang begitu kuat bisa bekerja sama dengan semua pihak dan tentunya didukung oleh rakyat dengan baik.


“Sehingga kemudian wilayah Sulawesi Selatan menjadi pilar utama Indonesia lebih khusus dalam mencoba berkontribusi kepada kebutuhan rakyat Indonesia yang 260 juta itu lebih spesifik lagi di bidang perut mereka di bidang pertanian,” ungkapnya. 

Menurut SYL yang mengawali karier politiknya sebagai kepala desa ini, arah kebijakan pembangunan di Sulawesi Selatan itu telah konsisten dimulai sejak 10 tahun lalu dan untuk di bidang pertanian telah berhasil mencetak 88 triliun dalam satu tahun atau 7,3 triliun setiap bulannya.


“Jadi ada yang baru di Sulawesi Selatan hasil sebuah konsensi pertanian yang konsisten dan betul-betul seragam dilakukan serbuan oleh pemerintah mulai provinsi, kabupaten/kota, sampai kepala desa dibantu TNI dan kepolisian dijaga oleh rakyat kemudian menjadi makanan seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.

Selain terfokus di bidang pertanian, mantan Bupati Gowa yang kini maju sebagai caleg DPR RI Dapil Sulawesi Selatan II nomor urut 5 ini juga berusaha mempercepat arus perputaran ekonomi di wilayahnya saat itu. Melalui pemerintahannya yang transparan SYL berusaha menjadikan Sulawesi Selatan sebagai titik temu berbagai wilayah.


Pendidikan rakyat juga diakui SYL harus oke, termasuk kesehatan dan salah satu program unggulan Sulawesi Selatan kala itu adalah Kesehatan Gratis yang lahir jauh sebelum adanya BPJS. Bahkan SYL mengklaim bahwa program tersebut relatif lebih oke dibanding perkembangan beberapa provinsi lain.


“Kami mau menghadirkan satu daerah di mana kekuatan daerah ini bersama pemerintah dan rakyat dengan alam yang ada membuat segala kebutuhan rakyat harapan utama rakyat itu bisa dipenuhi bersama pemerintah jadi istilahnya itu bagaimana menemukan harapan dan kebutuhannya rakyat terus diagregasi menjadi konsepsi akhirnya melahirkan satu hadirnya upaya-upaya seperti membuat pendidikan gratis untuk pertana kali di Indonesia,” tambahnya.

SYL mengakui memang awalanya banyak orang merasa pendidikan dan kesehatan gratis tidak mungkin direalisasikan dengan anggaran pemerintah yang terbatas. Tetapi, menurutnya, dengan komitmen dan niat tulus serta keberpihakan kepada khalayak ramai akan mampu menjawab berbagai tantangan tersebut.


“Saya menyekolahkan orang di seluruh dunia untuk program doktor itu 500 orang yang berhasil selesai 407 orang seluruh dunia. Aku punya doktor baru 500 orang dari luar negeri di tambah lagi dari Indonesia kemudian dari sana yang paling konsisten kita lakukan pertanian jadi yang tadinya over stock beras 980 ribu ton sekarang over stock kita kurang lebih 3 juta ton atau 2,6 juta itu kan banyak,” tandasnya.(*)